Oleh: M. Fatoni
Gayam - Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro menuding Operator Lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyuurip Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mengabaikan kesehatan keselamatan kerja (K3) dalam beroperasi.
Terbukti, pada minggu lalu, tepatnya Rabu (26/10/2016) siang, delapan warga setempat, yang salah satu diantaranya balita delapan bulan terpapar bau gas beracun atau Hydrogen Sulfida (H2S) dari Lapangan Banyuurip Blok Cepu.
Sehingga, mereka harus dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah (RSM) Kalitidu Bojonegoro dan Puskesmas Gayam, untuk mendapat perawatan medis intensif.
"Ini adalah bentuk kelalaian EMCL," ucap Kepala Desa Mojodelik, Yuntik Rahayu.
Yuntik sangat menyayangkan hal itu. Apalagi, lanjut dia, dalam tahap start up dan commissioning peralatan di area produksi Lapangan Banyuurip Blok Cepu, EMCL tidak berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak desa setempat.
"Kami sangat menyayangkan, pemdes juga tidak diberitahu kalau waktu itu sedang start up dan commissioning," tuturnya.
Sementara itu, Juru bicara dan Humas EMCL di Kabupaten Bojonegoro, Rexy Mawardijaya belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi terkait tudingan Pemdes Mojodelik itu. (gus)
EmoticonEmoticon