Tampilkan postingan dengan label Migas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Migas. Tampilkan semua postingan

Produksi Minyak Blok Cepu Akan Terus Dimaksimalkan

06.00 Add Comment
Flare di area tapak sumur B Banyuurip Blok Cepu

Reporter: Muhamad Fatoni

kilasbojonegoro.com - Produksi harian Lapangan Minyak dan Gas Bumi (migas) Banyuurip Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur akan terus ditingkatkan hingga batas maksimal. Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara dan Humas ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Rexy Mawardijaya, Jumat (2/3/2018).

"Kami akan terus bekerjasama dengan pemerintah untuk memaksimalkan produksi," ujar Rexy tanpa menyebut detail jumlah kenaikan produksi itu.

Peningkatan produksi ini, kata Rexy, untuk memaksimalkan produksi minyak nasional dan memenuhi pertumbuhan kebutuhan energi negeri. Rexy menyebut, saat ini jumlah total produksi harian Lapangan Banyuurip Blok Cepu telah mencapai lebih dari 200 ribu barel per hari (BPH).

Potensi peningkatan produksi ini juga tidak terlepas dari pengembangan Lapangan Kedung Keris di wilayah Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Sesuai skenario, minyak bumi yang dihasilkan dari Kedung Keris akan dialirkan melalui pipa ke fasilitas pusat produksi (Central Production Facility/CPF) di wilayah Kecamatan Gayam.

Berdasarkan situs resmi EMCL, pengeboran sumur Kedung Keris dilakukan di daratan hingga kedalaman 7.032 kaki atau 2.143 meter. Sumur ini bersinggungan dengan lapisan minyak setebal 561 kaki atau 171 meter di zona karbonat sasaran. Lapangan Kedung Keris memiliki cadangan yang dapat diproduksi sekitar 20 juta barel. (oni)

Lifting Migas Nasional Lampaui Target

06.00 Add Comment
Lifting Migas Nasional Lampaui Target
Oleh: - 

kilasBojonegoro.com - Lifting minyak dan gas bumi (migas) nasional yang ditetapkan pemerintah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 melampaui target.

Sesuai APBN-P 2016, produksi migas itu ditargetkan sebesar 820.000 barel per hari (bph) dan gas 6.438 milion metric standard cubic feet per day (MMSCFD /juta kaki kubik per hari). Sementara, realisasi lifting sampai bulan lalu mencapai 822.000 bph untuk minyak dan 6.643 MMSCFD untuk gas.

Kepala Bagian Humas SKK Migas Taslim Z Yunus mengatakan, salah satu lapangan yang berkontribusi signifikan atas pencapaian lifting minyak tahun ini adalah Lapangan Banyuurip Blok Cepu.

”Train B pada proyek Banyuurip sudah mulai berproduksi pada kapasitas penuh 185.000 bph sejak Januari 2016,” ungkap Taslim.

Dia menyebut, kontributor terbesar lifting minyak lainnya adalah Blok Rokan, Pertamina EP, Mahakam, dan Offshore Northwest Java (ONWJ). Sedangkan lima kontributor terbesar untuk gas adalah Blok Mahakam, Berau, Pertamina EP, Corridor, dan Senoro-Toili.

Taslim menjelaskan, produksi migas tersebut berasal dari 67 wilayah kerja migas yang sudah berproduksi. Sebagian besar lapangan migas pada wilayah-wilayah kerja tersebut sudah dikategorikan sebagai lapangan tua (mature field) dengan produksi yang terus menurun secara alamiah.

Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang mengerjakan wilayah kerja ini melakukan tiga program utama untuk menekan laju penurunan produksi alamiah, yaitu pengeboran sumur pengembangan, kerja ulang (work over), dan perawatan sumur (well service).

”Dari awal tahun sampai akhir November, KKKS produksi telah mengerjakan 212 pengeboran sumur pengembangan, 1.055 kegiatan work over, dan 33.925 kegiatan perawatan sumur,” paparnya.

Kegiatan-kegiatan tersebut berhasil mengurangi laju penurunan produksi alamiah dari lapangan-lapangan tua tersebut. Sedangkan untuk benar-benar menambah cadangan dengan signifikan, lanjut dia, satu-satunya cara adalah dengan melakukan eksplorasi dan mengembangkan sumber cadangan baru.

Demi kegiatan eksplorasi, sambungnya, dari Januari sampai November 2016, kontraktor telah melakukan 10 survei seismik, 11 survei nonseismik, 36 pengeboran sumur eksplorasi dan tiga reentry sumur eksplorasi. (oni)


Sumber: http://m.okezone.com/read/2016/12/24/320/1574893/lifting-migas-lampaui-target

Kades Mojodelik Lawatan ke Lapangan Banyuurip Blok Cepu

12.00 Add Comment
Kades Mojodelik Lawatan ke Lapangan Banyuurip Blok Cepu
Oleh: M. Fatoni

kilasBojonegoro.com - Kepala Desa (Kades) dan 30 Kader PKK Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro melakukan lawatan ke Lapangan Migas Banyuurip Blok Cepu, Senin (26/12/2016). Para ibu aktivis posyandu dari delapan dusun di desa tersebut ditemani oleh manajemen ExxonMobil Cepu Limited (EMCL).

"Kami ke sini ingin mengetahui kegiatan di dalam," ucap Kades Mojodelik, Yuntik Rahayu.

Menurut Yuntik, selama ini warga hanya menerka dan tidak tahu apa yang dilkerjakan di dalam fasilitas Lapangan Banyu Urip. Dengan kunjungan ini dia berharap masyarakat bisa melihat sendiri.

"Saya ingin kunjungan seperti ini dilakukan tidak hari ini saja, tapi ada kelanjutannya," imbuhnya.

Perwakilan EMCL, Ichwan Arifin menyambut baik kedatangan Kepala Desa bersama warga tersebut. Menurutnya, selama ini EMCL sangat terbuka terhadap masyarakat yang ingin berkunjung ke fasilitas negara tersebut.

"Namun memang ada prosedur yang diterapkan untuk menjaga keselamatan kita semua," katanya menerangkan.

Ichwan juga menganggap bahwa kunjungan ini bagian kunjung balas terhadap EMCL yang selama ini sering ke desa Mojodelik. Dia pun memperkenalkan satu persatu personil EMCL yang hadir dalam kunjungan tersebut.

"Biasanya kita yang ke Balai Desa atau ketemu ngopi di warung. Kami merasa terhormat dikunjungi ibu-ibu," ujar dia.

Dalam kunjungan ini, tim keselamatan EMCL juga hadir menjelaskan cara kerja sistem fasilitas produksi Lapangan Banyu Urip. Perwakilan tim juga memperlihatkan data-data pengamatan sensor keselamatan yang terhubung dengan sistem. Berbagai pertanyaan diajukan para ibu, termasuk yang berkaitan dengan keluhan bau dari masyarakat.

"Penjelasan seperti ini yang kita butuhkan selama ini," jelas Bu Patrem, warga Dusun Samben. (oni/roz)

Minta Deteksi H2S Blok Cepu di Mojodelik Diperbanyak

20.00 Add Comment
Minta Deteksi H2S Blok Cepu di Mojodelik Diperbanyak
Oleh: M. Fatoni

kilasBojonegoro.com - Pemasangan alat pendeteksi gas hydrogen sulfida (H2S) Lapangan Banyuurip Blok Cepu di Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro dirasa perlu ditambah. Sebab, sejauh ini baru ada satu alat terpasang.

Itupun di balai desa, bukan di lokasi yang berdekatan penduduk setempat. Seperti di Dusun Ledok dan Samben Desa Mojodelik.

"Saya rasa perlu ditambah," ujar Ketua Karang Taruna (Kartar) Mojodelik Ady Yusuf, Sabtu (24/12/2016).

Menurutnya, keberadaan alat tersebut sangat penting. Sebab, bisa memberi peringatan dini warga apabila terjadi kebocoran gas H2S dari dalam area Lapangan Banyuurip Blok Cepu.

"Kalau hanya dipasang di balai desa masih kurang efektif, sebab ada dua dusun berdekatan dengan Lapangan Banyuurip, yaitu Ledok dan Samben. Namun justru tidak dipasangi oleh ExxonMobil Cepu Limited (EMCL)," tuturnya.

Ady Yusuf menambahkan, warga Ledok dan Samben kerap mencium bau tidak sedap mirip telur busuk yang diduga H2S Lapangan Banyuurip Blok Cepu. Oleh karenanya, perlu dipasangi alat pendeteksi H2S.

"Jangan sampai ada insiden baru dipasang" imbuhnya.

Sementara itu, Juru bicara dan Humas EMCL di Bojonegoro, Rexy Mawardijaya belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut. (oni/roz)

Ada Penancapan Paku Bumi, Warga Santai Lewat Jembatan Bailey

12.00 Add Comment
Ada Penancapan Paku Bumi, Warga Santai Lewat Jembatan Bailey
Oleh: M. Fatoni

kilasBojonegoro.com - Jembatan bailey yang menghubungkan Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem dengan Desa Pelem Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro hilir mudik dilewati warga sekitar. Padahal, di sekitar fasilitas penunjang operasi Proyek Gas Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) tersebut terdapat aktivitas penancapan paku bumi dan alat berat oleh PT Pembangunan Perumahan (PP).

Menurut penuturan Parjono, warga Bandungrejo, sejauh ini memang tidak ada larangan dari karyawan maupun sekuriti melintasi jembatan tersebut. Sehingga, katanya, tak jarang warga dan pelajar sekitar memanfaatkan jembatan untuk sekadar lewat.

"Biasa, tiap hari ada orang lewat situ," ucapnya pada kilasBojonegoro.com.

Parjono sendiri mengaku pernah lewat jembatan tersebut dengan membawa alat pembajak sawah atau traktor.

Terkait bahaya atau tidaknya karena ada aktivitas penancapan paku bumi dan alat berat, dirinya mengaku tidak tahu dan tidak memikirkan hal itu.

"Saya disuruh lewat situ ya lewat," cetusnya.

Banyaknya warga dan pelajar lewat jembatan itu dibenarkan oleh Semat, warga Pelem. "Iya. Setiap hari orang-orang dan pelajar lewat jembatan itu," ucapnya membenarkan.

Sebelumnya, kata Senat, bila ingin menyeberangi sungai, warga harus lewat jembatan darurat. Tapi karena rusak diterjang banjir, masyarakat akhirnya memanfaatkan jembatan tersebut untuk beraktivitas.

Saat dikonfirmasi mengenai hal ini, Humas PT PP, Edy Purwanto belum memberikan jawaban. Pesan pendek yang disampaikan kilasBojonegoro.com melalui WhatsApp (WA) sudah dibaca namun belum dibalas. (oni/roz)

Proyek J-TB Dinilai Mengganggu Ketertiban Umum

15.30 Add Comment
Proyek J-TB Dinilai Mengganggu Ketertiban Umum
Oleh: M. Fatoni

kilasBojonegoro.com - Pembangunan proyek jembatan bailey yang membentang Sungai Kali Gandong di Desa Bandungrejo Kecamatan Ngasem-Desa Pelem Kecamatan Purwosari Kabupaten Bojonegoro dinilai mengganggu ketertiban umum.

Warga sekitar terganggu dengan suara bising dan getaran yang ditimbulkan dari penancapan paku bumi untuk fasilitas penunjang proyek gas unitisasi Jambaran-Tiung Biru (J-TB) tersebut.

"Terganggu. Suara dentuman pancang terdengar sangat keras sekali sampai sini (rumah)," ucap Semat, warga Desa Pelem, Jumat (23/12/2016).

Bahkan, kata Semat, ketika material berbahan beton tersebut ditancapkan ke bumi (tanah), getarannya sampai ke pemukiman penduduk setempat. Hal ini dinilai mengganggu aktivitas warga.

"Tanah dan rumah bergetar seperti terkena lindhu," lanjutnya.

"Misalnya rumah saya terbuat dari tembok, pasti sudah retak-retak. Ini saja (rumah kayu) sudah miring ke utara," imbuhnya mengungkapkan.

Hal tersebut dibenarkan oleh Panijah, warga lainnya. "Memang benar. Tiap ada penancapan paku bumi suaranya keras dan tanah bergetar," ucapnya.

Meski demikian, kata Panijah, warga tidak mendapatkan ganti rugi apapun dari dampak kegiatan proyek tersebut.

"Sampai saat ini tidak ada ganti rugi," tuturnya.

Rumah Panijah dan Semat paling dekat dengan lokasi proyek pemancangan itu. Yakni, sekira 100 meter. Lokasi itu tepat berada di belakang tempat tinggalnya.

Sementara itu, Hubungan Masyarakat (Humas) PT Pembangunan Perumahan (PP) Edy Purwanto belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi terkait hal itu. (gus/roz)