Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Religi. Tampilkan semua postingan

Malam Ini, QASIMA Manggung di Ngraho

16.35 Add Comment
Malam Ini, QASIMA Manggung di Ngraho



Oleh: M. Fatoni

GAYAM - Malam ini, Sabtu (12/11/2016), Group Qosidah Irama Melayu Magelang (QASIMA) Jawa Tengah manggung di kediaman Kepala Desa (Kades) Ngraho Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Samat.

Group orkes yang personilnya didominasi oleh gadis belia berparas cantik dan berhijab itu, diundang secara pribadi untuk mengisi tasyakuran walimatul khitan putra angkat Kades Ngraho, Muhammad Irsyadul Bahri.

Diprediksi, ribuan pengunjung dari berbagai daerah akan memadati halaman rumah Kades Ngraho untuk menyaksikan langsung penampilan group orkes melayu asal Magelang tersebut.

Kini, berbagai persiapan telah selesai dilakukan. Mulai pendirian panggung, pencahayaan, sound-system dan persiapan pendukung lainnya.

Personil QASIMA dikabarkan sudah tiba di kediaman Kades Ngraho sejak pagi tadi. Kini, mereka sedang beristirahat. (gus)

Pemuda Lintas Agama Refleksikan Sumpah Pemuda di Gereja

23.47 Add Comment

Oleh: Achmad Abidin

Kota - Komite Pemuda Lintas Agama (KP-Lima) mengadakan refleksi hari Sumpah Pemuda di Gereja Santo Paulus Bojonegoro, Jum'at (28/10/2016) malam.

Acara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bangun Pemuda. Dirangkai dengan penyuluhan kesehatan bagi pemuda.

Perwakilan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro memberikan penyuluhan tentang HIV/AIDS.

Diharapkan informasi tentang penyakit yang bersumber dari virus tersebut dapat memberi banyak manfaat.

Ketua KP-Lima Bojonegoro, Abdi Nugroho, pada sambutannya mengaku bangga pada seluruh pemuda yang hadir.

Menurutnya momen yang mereka lalui bersama itu merupakan bukti persatuan pemuda yang ada di bumi rajekwesi.

"Mari kita rayakan kebersamaan ini. Mari kita tunjukkan rasa toleransi antara kita. Dan pada momen sumpah pemuda ini dapat diikrarkan bahwa kita bisa bersatu," tandas pria dari Kecamatan Balen itu.

Sementara itu Ketua Bidang (Kabid) Kerasulan Umum Gereja Santo Paulus, Maria Susan, berharap dari acara tersebut dapat memupuk rasa toleransi antar pemuda di Bojonegoro.

Menurutnya jika rasa itu tidak dijaga, dikhawatirkan akan tergerus oleh jaman.

"Yang terpenting bagi saya adalah, setelah ini akan muncul generasi-generasi setelah selanjutnya untuk menjaga kerukunan dan toleransi yang tinggi," tuturnya.

Hadir pada acara tersebut, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), KH. Alamul Huda, komunitas Gusdurian dan seratusan pemuda dari kota ledre. (abd)

Gerimis Turun, Cak Nun: Rasulullah Hadir Malam Ini

02.04 Add Comment
Oleh: Gus Toni

Kasiman - Ribuan jemaah pengajian Emha Ainun Nadjib atau lebih dikenal dengan Cak Nun di Bojonegoro Jawa Timur sempat berdiri serentak serta berniat mencari tempat berteduh saat lantunan sholawat nabi berlangsung gerimis turun, Jumat (21/10/2016) malam.

Cak Nun yang ketika itu duduk bersila di panggung bersama personil group musik Kiai Kanjeng langsung berdiri menenangkan para jemaahnya.

"Rasulullah hadir, doa kita malam ini dikabulkan Allah SWT," ucap Cak Nun berulang seraya meminta kepada para jemaah untuk tetap tenang.

Beberapa detik kemudian, gerimis itu reda. Ribuan jemaah kembali tenang dan duduk dengan posisinya masing-masing.

"Ini sebagai tanda bahwa malaikat menyampaikan kepada Allah SWT dan disampaikan lagi pada rasul," tuturnya.

Pria kelahiran Jombang Jawa Timur 27 Mei 1953 itu kemudian meminta kepada seluruh jamaah yang hadir berdoa dalam hati supaya diberi keselamatan. Serta, pengajian dalam rangka tadarruban dan sedekah bumi ini berjalan aman dan lancar sampai akhir acara. (gus)

Cak Nun dan Kiai Kanjeng "Hipnotis" Ribuan Jemaah Bojonegoro

00.48 Add Comment

Oleh : Gus Toni

Kasiman - Emha Ainun Nadjib atau lebih akrab dikenal Cak Nun bersama Kiai Kanjeng berhasil "menghipnotis" ribuan warga (jamaah) Bojonegoro, pada Jumat (21/10/2016) malam.

Mereka terlihat berdesak-desakan masuk memadati lapangan Dusun Bandar Desa Batokan Kecamatan Kasiman demi mengikuti pengajian Cak Nun dalam acara tadarriban dan sedekah bumi di dusun/desa setempat.

Irsyadul Ibad, seorang jemaah dari Desa Ngraho Kecamatan Gayam mengaku harus berdesak-desakan dengan jemaah lainnya untuk bisa masuk ke lokasi pengajian.

Hal yang sama juga diungkapkan beberapa jemaah lainnya. Mereka saling dorong agar bisa sampai ke tempat berlangsungnya acara.

Di sela ceramahnya, Pria kelahiran Jombang Jawa Timur 27 Mei 1953 tersebut mengajak ribuan jamaah yang hadir melantunkan sholawat nabi yang diiringi oleh group musik Kiai Kanjeng. Para jemaah terlihat mengikutinya dengan khidmat dan semangat.

Kata Kapolsek Kasiman, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ridwan, jemaah yang hadir dalam pengajian Cak Nun dan Kiai Kanjeng lebih dari 5.000 orang. (gus)